Menghitung Resiko Bisnis Akibat Peringkat Merah PROPER yang Berulang
Dalam struktur laporan keuangan, anggaran untuk pengelolaan lingkungan sering kali dipandang sebelah mata sebagai “biaya hangus” (sunk cost). Banyak manajemen puncak yang belum menyadari bahwa di era regulasi modern, setiap rupiah yang dialokasikan untuk kepatuhan sebenarnya adalah premi asura
Apa Saja Impact Perusahaan yang Belum Terdaftar sebagai Peserta PROPER
Dalam dunia bisnis, sering kali ada anggapan bahwa “tidak ada berita adalah berita baik.” Banyak jajaran direksi merasa aman karena selama ini perusahaan mereka belum pernah dipanggil, disurati, atau masuk dalam daftar penilaian PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Peng
Mengapa Mengandalkan Tim Internal Saja Berisiko bagi Peringkat Biru PROPER Anda?
Bagi banyak jajaran Direksi, keberadaan departemen HSE (Health, Safety, and Environment) yang berdedikasi sering kali memberikan rasa aman. Ada kepercayaan bahwa selama tim internal bekerja, kepatuhan lingkungan perusahaan akan terjaga dengan sendirinya. Namun, di tengah dinamika regulasi yang kian ketat,
Mengapa Peringkat Biru PROPER adalah Prioritas Strategis Manajemen Saat Ini?
Dalam dinamika dunia industri, reputasi sering kali dibangun di atas inovasi yang besar. Namun, di balik kemegahan inovasi tersebut, ada satu jangkar yang menjaga bisnis tetap stabil dan berdiri tegak: Kepatuhan. Dalam piramida kepatuhan lingkungan di Indonesia, Peringkat Biru PROPER bukan sekadar “
Antisipasi PROPER 2025-2026: Arah Kebijakan KLH Baru dan 3 Pilar Penilaian Mutlak Pasca Transisi
Bulan Desember selalu menjadi masa-masa krusial bagi praktisi lingkungan. Setelah satu siklus penilaian PROPER selesai, fokus langsung beralih ke strategi kepatuhan dan pencapaian tahun fiskal berikutnya. Namun, Program PROPER terbaru 2025-2026 memiliki dimensi yang sangat berbeda, dipicu oleh perubahan n
Jumlah peserta PROPER terus bertambah setiap periodenya
Jumlah peserta PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) bervariasi setiap tahun, tetapi trennya meningkat, dari sekitar 2.000-an di tahun 2020-2021 menjadi lebih dari 3.000 hingga 5.000+ perusahaan yang dipantau di tahun-tahun berikutnya, seperti 4.495 di 2023-2024 dan 5.476 di 2024-2025. D
Melacak Ketaatan Sampah: Analisis Sistem Rating Merah-Biru-Hijau HOREKA Bali Sebagai Standar PROPER Lokal
Bali, sebagai barometer pariwisata dan keberlanjutan Indonesia, kembali menetapkan standar ketat dalam kepatuhan lingkungan. Kali ini, fokusnya adalah pada pengelolaan sampah di sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (HOREKA). Sistem penilaian baru yang diadopsi oleh Pemerintah Provinsi Bali menetapkan klasifik
